Senin, 01 Juni 2009

sambungan nama q miss x....

Dan cafe pun makin ramai, Pengunjungnya kebanyakan para eksekutif muda yang datang kesitu, mata gadis jelalatan kesana kemari memelototi pria2 perlente yang bertebaran di kafe itu untuk lunch. Dan para pria yang sedang beradu pandang pasti senyum2 ke geeran. Ya gadis itu cap mati memang cantik puol kata orang jawa bilang . Bakan tidak sedikit yang mengerling nakal padanya. Namun para pria itu harus gigit jari saat seorang pria berusia 50 tahunan datang menghampiri si gadis cantik.
Setelah tampak berbasa basi mereka berdua berlalu di iringi tatapan iri para pria di kafe itu. Apalagi saat pria itu melingkarkan tangannya ke pinggang gadis, si gadis tampak rikuh tapi si pria seolah tak perduli. Untuk kondisi seperti ini uang memang berkuasa. Beberapa pria berdasi yang duduk di pojok tampak berbisik. Entah kenapa mereka jadi norak begitu... bukannya hal begitu sudah biasa apalagi di kota gede begini. Si gadis yang sempat menoleh ke arah mereka jadi makin mempercepat langkahnya, si pria STW sampai kepayahan mengikuti langkah sang gadis ke tempat parkir mobil.
Lancer itu pelan2 meninggalkan pelataran kafe, membawa sang gadis membaur di keruwetan metropolis yang panas. 8 KM saja harus di tempuh dalam waktu tiga perempat jam karena macet adalah masalah klasik yang sudah jamak di kota besar seperti surabaya ini.
Mobil mewah itu memasuki pelataran sebuah hotel. Amat pelan, seorang penjaga bergegas menyambut, mengantarkan mobil sampai ke areal kamar, dan garasipun di tutup. Berlari tergesa seorang pria muda menghampiri kamar dengan nomer 305 itu sambil menyodorkan bil sewa kamar dan minuman yang di pesan. Tampak dari lubang kecil sang penjaga samar melihat gadis cantik berbalut handuk keluar dari kamar mandi, hampir saja si mas menelan ludah kalo saja dia lupa sedang dapat tugas menagih uang sewa kamar. Dan transaksi pun terjadi di dalam sana. Tubuh si gadis barter dengan uang sang pria...
2 jam kemudian ... lancer bergegas keluar hotel, jarum jam saat itu menunjukkan pukul 3 sore. Sayup terdengar tawa sang gadis yang manja saat si pria menyelipkan beberapa lembar ratusan ribu ke dalam tas sekolah si gadis. Dan lancer kembali melaju....kali ini agak cepat membelah jalanan kota. Tepat di suatu perempatan, mobil berhenti , si gadis melompat turun di sertai ciuman mesra di kening. Baju seksinya tlah di ganti dengan seragam lagi... seperti tadi pagi dia berangkat dari rumah.
Kini si gadis berjalan tergesa menuju mini market di sebrang jalan, di belinya beberapa biji sabun mandi, sebiji pasta gigi, sebungkus besar detergen, beberapa batang coklat dan sebungkus gula. Setelah membayar diapun meneruskan perjalanannya menyusuri gang sempit yang bau pula. Seragamnya yang putih kena genjret sepeda motor yang berlari kencang. Si gadis menggerutu dan berteriak menyumpahi si pemuda yang tak tau adat itu. Sampai di depan apotik dia berhenti , mengeluarkan secarik resep dari dokter. Di sodorkannya selembar ratusan ribuan dan tidak ada kembalian untuk si gadis karena di kasir harganya yang tertera 99 ribu lima ratus rupiah. Dia hanya mendapat lima biji permen dari sang pegawai apotik.
Setelah menebus resep diapun kembali menyusuri gang sempit itu, sesekali dia melewati gerombolan pemuda yang asyik nggenjreng gitar rame2. Dan sudah di pastikan godaan dan siulan mampir padanya. dan dia hanya cuek aja..berlalu
Wajah si gadis sudah basah kuyup oleh keringat saat kakinya melangkah masuk ke dalam sebuah rumah yang sempit... di ruang tamu 4 orang anak kecil sudah menyongsong kedatangannya. Mereka menantikan coklat yang sllu di bawakan kakaknya klo pulang sekolah.

Setelah membagikan beberapa batang coklat pada keempat adik nya, si gadis masuk ke dalam sebuah kamar pengap yang sangat memprihatinkan kondisinya. Dipan nya sudah reot, Diatasnya tergolek lemah seorang lelaki setengah tua yang kurus. Di ambilnya air di gelas dan segera di angsurkan nya obat yang di belinya di apotik tadi. Setelah mengangsurkan obat pada bapaknya, dia segera kembali ke kamarnya...
Di bukanya tas sekolahnya, di hitungnya sisa uang ratusan ribu yang tertinggal..hhhh ada gurat kecewa di matanya... Di pandanginya potret kluarganya yang suka di selipkan di dompetnya. Lalu di tariknya nafas panjang yang sangat berat. Pandangannya menerawang membayangkan ibunya yang tega meninggalkan kelima anak dan seorang suami yang sakit demi seorang duda dari luar pulau. Ibu mana yang tega melakukan hal itu.. sungguh hati nya serasa di bakar.. sejurus kemudian air muka nya mengeruh...
Baru saja dia kan merebahkan tubuhnya di kasur,Ketika handphonenya berbunyi, rupanya dia sudah akrab dengan orang di seberang.Di akhir kalimat ia pun mengiyakan , tanda setuju. Sejurus dia termenung... dan tiba2 air matanya menetes.. semakin lama semakin membanjir...membasahi seragam putihnya yang belum sempat di ganti tadi.... ya inilah aq .. seorang gadis panggilan...


4 komentar:

Kabasaran Soultan mengatakan...

Wow .... very nice story ..ternyata apa yang dilakukannya meskipun merupakan sesuatu yang sesungguhnya pekerjaan " kotor " adalah untuk sebuah tujuan mulia.

dewi mengatakan...

thanks bang..aq nulis kadang based on cerita teman ato org yang q temui. jadi aq tau reason nya org itu apa nglakuin itu.

Noor's blog (inside of me) mengatakan...

Tega banget tuh ibunya..! tapi kasihan gadis itu..sepertinya semua beban ia yang menanggungnya dan keterpaksaan membuatnya memilih jalan pintas..hicks..hicks..,Eh..ko aku jadi sedih ya..

dewi mengatakan...

@sobat aq noor: bgitu realita yang aq temui, kadang membuat kita mencaci, kadang membuat qta memaklumi, namun sbaiknya jangan sampai terjadi.. dan bila sampai terjadi mari" kembali" ke fitrah qta sbagai manusia yang terlahir putih