Rabu, 01 September 2010

Deli

Deli terdiam di sudut kamar yg gelap.. sebilah pisau masih tergenggam di tangan nya. Wajahnya begitu tegang…otot lehernya timbul sangat hijau .. kontras dengan kulitnya yang putih pucat.. di lihat nya pisau itu berkilat dlam gelap . menandakn ketajamana nya. Pikiranya sangat kacau.. bingung, suara lelaki di muka pintu kmarnya tak mau berhenti…beradu dengan gedoran tangan nya yang kuat…

“ Deli buka pintuuuuu….”

Tangan Deli makin kuat mencengkram belati itu.. dadanya nya turun naik…nafasnya tersengal- sengal.. dia tau apa yg akan di lakukan lelaki mabuk itu…sebntar lagi. Dalam hitungan 10 .. pintu itu akan terbuka… rusak,… jebol…karena di tendang oleh lelaki bajingan itu. Skali lagi tekadnya sudah membaja untuk mengakhiri smua derita nya. Di hitungnya pelan2 angka yg akan meledak sbntar lagi…

Satu…

Dua.. ucapnya sgt pelan..nafasnya makin tersengal

Deliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii buka sayangggggggggggggg” suara lelaki itu makin keras menandakan dia sudah mulai marah….

Tiga…bisik nya makin pelan… matanya mengatup, bibirnya yang indah itu makin pucat.

“ Deli… q mampusin kamu kalau tidak buka buka pintunya…………..” teriak lelaki itu..

“ buka pintunya pelacurrrr……………”

Dada Deli membusung .. menarik nafas termat panjang….

Empat… suaranya kian bergetar..

“ pelacurrrr buka pintunya,… dasar kau wanita jalang,.. percuma saja kamu menolak… kamu itu sama seprti darsih… darah ibumu yg pelacur itu mengalir di darahmuuuu … dengar itu…. Kamu bahkan anak haram.. anak bnyak lelakii….Bukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa brengsekkkkk” lelaki itu smakin marahhh di gedorrrnya pintu keras – keras…

Air mata wanita muda itu menetes…..matanya mengatup tapi wjahnya makin basah,…

Lima… makin kecil suaranya di gerus suara kereta api yang lewat...

“Ayoooooooooooooooo sayanggg…. ayahmu ini sudah rindu tubuh sintalmu….hahaha” tawa lelaki itu keras .. tawa penuh angkara murka.

Enam,…. Bisik nya .. cepat masuk bangsat cepat bisiknya pelan… mata deli merah berkilat…

“ haiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii wanita brengsekkkk cepatt buka pintuuuuuu atau ku dobrak pintunya…cepatttttttttttt”

Cepat dobrak pintunya bangsat.. cepat masukkk…ucapnya sgt pelan hampir tak terdengar….

“ ohhhhhhhhhhhhhhh sudah punya nyali kamu…bolehhhh !!!!kita dobrak aja pintunya seperti mlam itu saat kamu ku perkosa…bagaimana sayang bukan kah rasanya enak, kamu mau lagi kan sayang… sperti 2 hari lalu…kamu meronta tapi kamu suka kan?”

Pria mabuk itu makin meracau…

“ Tujuhh….Masuk bangsat.. dan kita akhiri smua nya…”ucap deli dngan mata berkilat- kilat. pelan skali suaranya

Gelap kamarnya makin menambah kelam pikirannya saat ini.. lampu kamar nya yg kecil itu sudah dia hancurkan. Berhari- hari lalu… dia memilih kamarnya di gelapi.. agar bandot itu tak mengintip nya terus dari lobang kmarnya.

Air matanya menetes…menyesali kenapa dia harus kembali ke lubang neraka ini. Harusnya dia tak pernh kembali .. sejak malam itu.. saat dia masih kelas 6 SD …saat ibunya membawa lelaki itu ke rumah…lelaki yang harus dia panggil ayah, yg sungguh ingin dia miliki sjak dlu.. saat smua anak di sekolahnya bercerita tentang aayahnya.. dan dia hanya tau ayah nya kerja jauh.. itu yg selalu ibunya katakan klo dia brtanya tentang ayahnya. Tapi malam itu lelaki itu membuka roknya dan mengelus pahanya.. Deli yg kecil ketakutan..dia tak tau apa yg sbenarnya akan di lakukan lelaki itu padanya. Tapi dia mrasakan bahaya yang kan mengancam. Dan mlam itu di bawah gerimis dia lari .. menggigil kedinginan . dan tertidur didepan rumah tak berpenghuni. sampai seorang lelaki baik hati membawanya ke rumah nya. Dia sangat baik, dia merawat deli dan menyekolahkan deli sampai SMA. Namun perlukuan istri lelaki itu yang Deli panggil ibu itu tak pernah ramah.. stiap hari Deli di marahi, di suruh mengerjakan banyak skali pekerjaan rumah. Namun bila ada bapak itu si istri gak brani memarahi Deli.

Kelurga itu Cuma punya 1 orang anak lelaki yg masih kecil. Deli sangat menyayngi miko seprti adiknya sendiri.

Namun kebahagiaan rupanya belum mau bersahabat dengan nya. Sang bapak baik hati yg sudah Deli anggap bapak sndiri.. suatu hari meninggal karena sakit. Dan wanita itu tentu saja mengusirnya.Namun Tuhan maha pengasih. Dengan bantuan seorang mantan teman SMP nya dia bekerja di sebuah home industri dan tidur di tempat kerjanya. Namun bila malam dia sering menangis. Dia rindu pada ibaunya sejak dlu. Dia takut ibunya sakit.. mski ada perih di dadanya ketika dia ingat kenapa ibunya tak pernah mencarinya…yang dia tau ibunya sibuk mencari uang . entah apa pekerjaan ibunya saat itu. Karena ibunya sering pulang di pagi hari.

Dan sebulan lalu dengan tekat bulat dia pulang ke rumahnya. Dia msih ingat jalan rumahnya. Ibunya menagis sjadi - jadinya. Tubuhnya sangat kurus.Mungkin dia juga rindu dan terharu..Deli cukup bahagia bertemu kembali dng ibu yg melahirkan nya itu. Tapi Deli kecewa ternyata ibunya masih saja bekerja mlam malam. Dan Deli slalu sendiri ktika mlam. Hingga mlam itu.. kejadian laknat itu terjadi.. kali ini lelaki itu berhasil merenggut mahkotanya..Deli di bekap dan di ancam dengan belati..Deli ketakutan.. perlawanananya dan teriakan nya gak berarti apa -apa di sini .. rumahnya yg begitu sendirian agak jauh dari perkampungan sunguuh tak dapat menolong . Ingin rasa Deli bercerita pada ibunya . tapi melihat ibunya yang begitu mencintai ayah tirinya itu hatinya tak tega. Dan dia berharap smua tak terjadi lagi. Biarlah derita itu dia telan sndiri.

Namun lelaki tak tau di untung itu ternyata mengulanginya lagi hingga 3 kali. Deli di ancam kalo dia melawan ibunya akan di bunuh. Deli sakitttttttttttt sakitttttttttttt sekali

Deli mengingat smua nya smbil menghitung … air matanya sudah membanjir .. di tahannya isak tangisnya di kerongkongan.

“ deliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii” teriak lelaki itu kesetanan.

Brakkkkkkk

Benar saja Pintu itu di dobrak…

Deli syang di mana kamu…gelap syangg .. di mana kmu bidadari kui…” lelaki itu berjlan terhuyung

Dan tepat di hitungan sepuluh .. setelah menarik nafas teramat panjang dia berdiri…Dengan belati ini kamu hancurkan hidup ku… dan dengan belati ini pula… aku hancurkan hidup mu….selamat tinggal derita…

Dan…cresssss ….pisau itu di tusukkan sekuat tenaga ke tubuh ayah tirinya yang laknat itu… lelaki itu roboh .. darah membanjir di lantai.

Namun Deli tak puas.. di hujam kan lagi berkali kali pisau penghabisan itu di tubuh lelaki yg sangat di bencinya itu…dengan segenap tenaga dengan marah yang luar biasa.

Lelaki itu mengejang… matanya melotot… lalu terdiam … terdiam untuk selamnya.

Deli tertawa puas… diam sesat lalu menangis sjadi jadinya….

Kini di ruangan serba putih ini dia berada.. dengan tangan terikat … dia sendiri di ruangan ini.. dia di isolasi..belati itu telah mengantarkan nya ke sini.. ya rumah sakit jiwa ini ,kini adalah rumahnya yang abadi

4 komentar:

Noor's blog (inside of me ) mengatakan...

Sungguh tragis ceritamu mba...tapi kasus seperti itu memang sering terjadi, orang yang diharapkan jadi tempat perlindungan malah menjerumuskan dalam lembah derita. Dengan semua beban hidup seperti itu, sepertinya wajar bila seseorang akhirnya sakit...gila.
Ceritanya bagus mba, angkat 2 jempol deh...

Salam hangat selalu...

dewi mengatakan...

trimakasih mas... q cuma terinspirasi sama byk kasus sekarang... seorang ayah yg meski bukan kandung harusnya bisa menjadi panutan, mengasihi anak2 nya seprti ayahku.. ayahku sgt sayang padaku.. sayang dulu aq byk kecewain beliau, salam hangat juga dari surabaya

albertus goentoer tjahjadi mengatakan...

ah... benar-benar cerita yang tragis embun... semoga saja hal itu tidak semakin sering terjadi dalam kehidupan nyata...

dewi mengatakan...

ya mas gun.. smoga kisah2 seprti itu gak terjdi di khdupan qta ..thanks loh mas dah berkunjung.