Rabu, 19 Mei 2010

diary edisi 2: curhat



Pumpungan, 25 februari…


Di suatu siang yang basah…


Ku rebahkan tubuhku di lantai kamar yang dingin, di samping ku Ivon terlelap dalam sjuta mimpinya, yang entah indah atau kah sebaliknya. sbatang mild masih terselip di bibir.. terhisap dalam begitu nikmat.. Senikmat anggur yang tertuang di gelas.Aku rasakan kehangatan menjalar di sekujur tubuh, lebih hangat dari pelukan kekasih- kekasih ku dahulu. Ku pandangi garis wajah sahabat ku yang slalu bikin reseh di kelas, yang pernah jatuh dari motor sampe operasi sgala, yang slalu ku lindungi dari anak- anak kantin blakang yang kau takuti karena suka malakin uang mu.( tenang ada aku.. Xena the warrior prince hahahah..) ku tau sobat, kau tak sebahagia yang terlihat… dan aku? Tak jauh berbeda. kita seperti dua orang yang tak bahagia…

Yang membedakan kita hanya kepercayaan yang kita anut, materi kita, kamu jelas berasal dari kluarga berada, yang gak perlu susah- susah lari – lari kayak aku karena harus kuliah sambil kerja.

Tapi kita punya masalah masing- masing yang pada akhirnya membuat kita terus berusaha lari dari masalah yang harus nya kita hadapi dengan berani.

Dan pastinya ( hehehe ..) dengan cara- cara yang di benci Tuhan dan orang lain. Tapi baru sekarang setelah kita lost contact aku benar- benar bisa merasakan sndiri btapa hebat duka mu kla itu..kala mamu tiada..saat aku khilngan ayahku saat ini..

Tapi entah mengapa Tuhan, hujan yang turun kala seperti penyejuk tuk jiwa kita yang di landa kebingungan- kebingungan di masa muda…Dan tiba- tiba kamu terbangun. Kita duduk dan sesaat diam. Tapi tiba- tiba ku bahagia hari itu von, saat kita saling lempar senyum n kau bicara.. ( itu kata- kata terindah spanjang aku kenal kamu) “ “kebahagiaan itu hy ( maaf ) puki ( panggilan gila nya yang sintink ke aku ) dengar ya.. katanya lagi, adalah ketika kita dapat memberi dengan tulus untuk membhagiakan orang lain sekalipun ketulusan itu bahkan tak di hargai skalipun namun terimalah semua dengan tulus hati dan tetap lah memberi “ entah kamu nyontek kata- kata itu darimana, tapi aku jadi takjup , ternyata kau tak sebrengsek yang ku kira von hahahaha…

Hujan turun kian lebat di luar, tapi ku ada ujian siang itu, dengan memaksa kau suruh aku bawa motor mu meski jarak ke kampus gak nyampe sekilo…aku trenyuh deh.,.tapi pas sudah ku balikin dengan susah payah karena gang nya banjir..kos- kosan mu kosong ..kau malah sudah pulang ke rumah mu yang biasa jadi langganan main anak- anak klo gak ada kuliah itu…

Aku bahagia hari itu,, meski kalo baca tulisan ni aku suka geleng kepala. Nakal banget ya dulu.. tapi kebersamaan kita saat itu tak kan bisa tergantikan apapun. Meski uangmu yang banyak itu skalipun.. sobat apa sekarang kau sudah jadi pengacara atau malahan bu hakim?.. miss u much Ivonya boeta beoang jelekkkkkk :)





9 komentar:

Noor's blog (inside of me ) mengatakan...

Rasanya kebersamaan memang akan lebih mudah terjalin bila masing2 punya banyak kesamaan, dalam cerita mba Dewi kesamaannya adalah sama2 punya masalah yang sama, duka yang sama.
sayapun suka apa yg diucapkan sahabatmu " ketika kita dapat memberi dengan tulus untuk membhagiakan orang lain sekalipun ketulusan itu bahkan tak di hargai skalipun namun terimalah semua dengan tulus hati dan tetap lah memberi"

Rasanya sayang sekali kebersamaan itu harus putus saat ini..

Salam hangat & sehat selalu...

dewi mengatakan...

ya sih mas.. q nie lagi coba cari fb dia.. tang yu dah berkujung ya

ngangan mengatakan...

jadi inget masa lalu....berkesan...

dewi mengatakan...

ngangan: tang yu sob..

menjadikosong mengatakan...

selalu ada saat mengenang yang telah lalu, dan sepertiku, terkadang adakalanya merasa tak percaya kenapa dulu begini.kenapa dulu begitu.

ivan kavalera mengatakan...

hmmm,.puitika indah di pagi hari. Dari FB ..blogwalking sampe ke sini.

dewi mengatakan...

@menjasi kosong: tang yu dah mampir di blog aq.. tapi yang lalu tak boleh di sesali.. krn itu proses pendewasaan hidup
@ivan : hehehe.. nyambung dari fb ke blog. thank dah berkunjung n ninggalin komen nya,

Tukang komen mengatakan...

trenyuh aku membaca kisah ini, semoga lekas bertemu dengan sahabat lama...

dewi mengatakan...

ya mas makasih.. smoga. n tang yu dah mampir ke blog aq